بسم الله الرحمن الرحيم


Selamat Datang


Istana Cerita sebuah blog berbahasa Melayu, sebahagian besarnya dalam bahasa Malaysia, namun ada beberapa kata yang saya ambil dari bahasa Indonesia dalam usaha memudahkan penyampaian. Ada kata yang jarang kita dengar, namun tetap dapat difahami setelah melihat seluruh isi ayat.

Istana Cerita terisi berbagai himpunan genre, sebahagian besarnya tentang pengalaman perjalanan dan foto kenangan dan selebihnya tentang hal-hal yang menarik pada pandangan penulis.

Penulis dedikasikan blog ini buat semua, khasnya kepada pengagung bahasa Inggeris yang semakin bercambah di negara kita tercinta, Malaysia. Dan mengajak mereka berfikir atau paling tidak bantu beri
ilham supaya mereka yakin betapa teks dalam bahasa Melayu juga boleh diolah dengan baik dan disusun cantik membentuk himpunan kata-kata yang tak kalah hebat berbanding bahasa-bahasa lain di dunia. InsyaAllah.

Sebahagian tulisan di sini ialah tulisan lama usungan dari laman multiply penulis yang kini sudah dibubar.

Sekian. Selamat memabaca





Apalagi yang bisa kalian lakukan...? Unjuk rasa, bakar bendera, berteriak di jalanan, merosak gedung kedubes, meretas situs, bergabung dalam front mengganyang, menuduh maling-maling dan maling, dan apa lagi? Ayuh... lakukan terus sampai kalian puas...

10 ulasan:

  1. biarkan si luncai terjun dgn labu2nya...

    BalasPadam
  2. Akupun panas tgknya Fazly, tapi apalah dayaku...:-(

    BalasPadam
  3. sulit berkomentar, hanya yang ada di lautan itu (nelayan, Pegawai Kelautan,dan Polis Marin) tahu hal sebenar. Yang ribut adalah mereka yang menjadi korban media. Sudah diselesaikan malah ada yang politikus mulut besar bilang "tukar guling". Padahal kedua-dua pihak pegawai laut dan nelayan sudah bersyukur bisa kembali bersama keluarga. Ada pula yang mau lanjutkan mencari siapa yang salah! kalau dilanjutkan proses makin panjang dan sulit, mereka yang ditahan/"diamankan" tidak bisa kembalik ke keluarga gara-gara "aman" dalam tahanan. Kebijakan tidak ada pada kedua-dua pihak di lapangan. Jangan pakai tembak duluan. Seharusnya diusir saja jika nelayan, kelewat batas. Toh anda bukan polis/polisi air yang berwenang menangkap. di Geneva convention hanya polis /polisi bisa hand cuff, gari, borgol,tangkap,amankan org sipil. Ach sulitlah...

    BalasPadam
  4. yup...media Pak din, jg tokoh2 politik yg ikut menambah panas suasana

    BalasPadam
  5. Marilah kita bersangka baik. Mungkin di seberang sana sudah terlalu ramai cerdik pandai yang ahli dalam hal-hal berkaitan hukum kelautan dan garis perbatasan, jadi mereka berlumba-lumba ingin bersuara.

    BalasPadam
  6. Saling menganyang ini ternyata uenakk juga yaa he he...

    BalasPadam
  7. Menurutku, Media memang mempunyai andil dalam setiap perkara, tinggal bagaimana "hati dan nurani" media itu menggunakan powernya untuk secara jernih dalam memberitakan setiap masalah, unfortunatelly untill now "hati dan nurani" itu dikuasai oleh kepentingan pemodal/bisnis dan semakin tidak berdaya karena 'kurangnya" power penguasa untuk mengaturnya, jadilah politikus/bussinesman yg menguasai media yg bisa "mengontrol" perkara tersebut... disinilah kedewasaan dan fikiran kita gunakan untuk menyaring semua informasi tersebut dan memang inilah dinamika kehidupan "bertetangga" sometimes ada riak2 kecil sometimes we have admitted that we do need each other... :)
    @ pakdin : salam kenal, saya suka tulisan anda ( tapi di media kita tidak ada pemberitaan yang menembak duluan kerana pegawai kelautan di indo tidak dipersenjatai--- cmiw)) but i agree with your statement that politikus mulut besar bilang tukar guling tambah memperkeruh suasana... (f**K polit*cian)
    @ all : janganlah kita saling menyalahkan, kerana yg paling bersalah dari kejadian ini menurut gw adalah .... IKAN (fish)..., kenapa dia berenang menyeberang ke negara tetangga coba... (hi...just joke, untuk meredakan suasana saja :), PEACE!!!) LOVE YOU ALL...

    BalasPadam
  8. Finally...

    Makasih komentarnya.
    Sedikit tambahan dariku. Yang menembak itu adalah Polis Malaysia. Tembakan amaran itu sengaja dilepas guna mengamankan suasana. Entah siapa benar siapa salah, tiada siapa yang tahu. Kedua-dua pihak saling tuduh menuduh dan menganggap pihak lawanlah yang menceroboh kedaulatan. Sudahnya kedua-dua pihak tertangkap dan ditangkap.

    Sayang sedikit, ramai ahlinya yang ingin mengadili kasus ini. Sudah terbukti. kebebasan media yang berlebihan tidak selalunya memberi impak yang baik. Di Malaysia, isu ini hanya dilaporkan di surat kabar dalam ruangan paling kecil hingga nyaris tak terlihat.

    BalasPadam
  9. itu saya baca di Kompas,Polis Marine Malaysia yang "menembak langit" melihat 7 bot sedang ditarik ke Batam yang "towing" dilihat mereka yg meyandera bot-bot itu pula bukan Polisi Air RI

    BalasPadam
  10. Hati yang panas kembali lah sejuk di bulan yang suci ini...^_^

    BalasPadam