بسم الله الرحمن الرحيم


Selamat Datang


Istana Cerita sebuah blog berbahasa Melayu, sebahagian besarnya dalam bahasa Malaysia, namun ada beberapa kata yang saya ambil dari bahasa Indonesia dalam usaha memudahkan penyampaian. Ada kata yang jarang kita dengar, namun tetap dapat difahami setelah melihat seluruh isi ayat.

Istana Cerita terisi berbagai himpunan genre, sebahagian besarnya tentang pengalaman perjalanan dan foto kenangan dan selebihnya tentang hal-hal yang menarik pada pandangan penulis.

Penulis dedikasikan blog ini buat semua, khasnya kepada pengagung bahasa Inggeris yang semakin bercambah di negara kita tercinta, Malaysia. Dan mengajak mereka berfikir atau paling tidak bantu beri
ilham supaya mereka yakin betapa teks dalam bahasa Melayu juga boleh diolah dengan baik dan disusun cantik membentuk himpunan kata-kata yang tak kalah hebat berbanding bahasa-bahasa lain di dunia. InsyaAllah.

Sebahagian tulisan di sini ialah tulisan lama usungan dari laman multiply penulis yang kini sudah dibubar.

Sekian. Selamat memabaca





KEMBARA KEMBOJA (Episod 3) - Kampong Thom (1)

Peta perjalanan saya dari Phnom Penh ke Kampung Tropeangchuk

Masih ada banyak masa terluang untuk saya penuhkan di pagi ini. Ikut perancangan asal, saya masih ada sehari lagi kalau mahu terus tinggal di Phnom Penh. Tapi ajakan Ulvy untuk bermalam di kampungnya di provinsi Kompong Thom terlalu menggiurkan untuk saya tolak. Di sinilah catatan ketiga saya bermula, sambungan dari Episod 2.

Saya juga dapat tawaran ikut Maliki pulang ke kampungnya di provinsi Kompot, Sayangnya Kompot terletak di arah selatan. Tak sesuai dengan peta perjalanan yang sudah saya rangka. Mengikut peta itu, saya harus bergerak ke utara, menuju Siem Reap dan masuk ke sempadan Thailand dari pintu Poipet. Ketika ini, tawaran Ulvylah yang paling menarik. Kompong Thom terletak di tengah-tengah perjalanan antara Phnom Penh dan Siem Reap. Menghayati kehidupan masyarakat, termasuk kenal bahasa dan budayanya merupakan kepuasan dalam setiap pengembaraan saya. Pelawaan ini bagaikan hadiah emas yang tak mungkin saya tolak.

Ini Ulvy (baca:Alwi), pelajar Cham yang baru saya kenal
Provinsi Kampong Thom (Baca: Gompong Tom) terletak 4 jam perjalanan dari Phnom Penh. Bila diukur jarak, jauhnya cuma 200km. Ada bas ekspress yang sediakan khidmat perjalanan ke sana, tapi kami pilih naik van saja. "Orang di sini lebih suka naik van" Ujar Ulvy, dalam bahasa Inggeris tentunya, kerana dia tak tahu bahasa Melayu. Perjalanan dengan van sapu memang lebih mudah, kekerapan yang lebih tinggi dan biaya yang lebih murah memang jadi faktor penarik membuat angkutan kasta rendah ini kekal jadi pilihan. Lebih beruntung, tak ada sekatan untuk bawa apapun ke dalamnya. Hanya yang perlu ada ialah sikap sabar dan toleransi..

Duduk di sebelah saya dalam van yang sendat ini ialah seorang penumpang Khmer yang bawa anjing bersamanya. "Kakak pangku sajalah anjing itu, kulitnya najis bagi kami orang Islam" Pinta Ulvy dalam bahasa Khmer. Anjing milik perempuan itu memang dilepas berkeliaran di lantai van yang berlubang-lubang. Kadang-kadang ia meleset di kaki penumpang lain minta dimanja. Saya terpaksa mengangkat kaki sendiri kerana takut dijadikan tempat sandar oleh anjing itu. Tanpa berontak, perempuan Khmer itu akur arahan Ulvy dan mendakap anjingnya sepanjang perjalanan. Begitulah persefahaman yang tinggi ditunjukkan penduduk Kemboja terhadap penganut beza agama di negara ini. Selain perempuan bawa anjing, ada penumpang lain yang mengendung itik. Mujurlah haiwan itu tak najis.

Jalan Phnom Penh - Kampung Thom merupakan salah satu dari dua jalur utama menghubungkan bandar ini ke daerah-daerah di baratlaut. Selain melewati Kampong Thom, jalur yang sama turut bawa kita ke Siem Reap, bandar kedua besar di Kemboja. Maju lagi ke depan, jalur inilah juga yang bawa kita bandar Sisopon. Cuma sayang, jalan ini masih dalam proses pembinaan di separuh bahagian tertentu. Ada sisi jalan yang masih belum ditar dan ada sisi yang masih lalui proses perataan. Beginilah Kemboja, negara yang baru dibangunkan semula selepas terpalit bermacam musibah sejak kemerdekaannya dari Perancis tahun 1953 dulu. Ada satu lagi jalur lain yang boleh dipilih untuk ke Sisopon iaitu melalui jalan Phnom Penh - Kompong Channang dan Battambang. Kedua-dua jalur jalan ini bersatu di Sisopon dan berakhir di bandar sempadan di Poipet.

Pintu masuk ke Kampung Tropeangchuk
Saya sampai di kampung Ulvy selepas empat jam perjalanan. Itulah Kampung (Phum) Tropeangchuk, Daerah (Srok) Baray, Kompong Thom. Menurut dia, semua orang kampung ini beragama Islam, kecuali beberapa kawasan di pinggir jalanraya yang sudah didiami etnik Khmer. Di depan laluan masuk ke kampung ini ada gerbang berukir patung buddha yang dibina pihak kerajaan. Jalan masuk ke kampung ini masih tanah merah. Ketika kedatangan saya, jalan yang tak berturap itu sangat gersang dan debu tebalnya berterbangan bila ditiup angin atau bila tersapu tempias kenderaan.

Suasana pasar pagi di Kampung Tropeangchuk
Pemandangan Kampung Tropeangchuk, sama seperti suasana kampung Melayu di Malaysia. Hampir di setiap halaman rumah ada ditanam pohon buah-buahan, terutama limau, jambu dan gajus. Jarang yang tanam rambutan, apa lagi durian. Ada juga yang tanam pokok kabu dan mengkuang untuk dibuat tikar dan bantal kegunaan sendiri. Pakaian mereka juga sama seperti kita. Si lelaki gemar bersarong dan singlet manakala perempuan berbaju kurung potongan lebar tapi pendek seperti baju kurung kedah. Mereka juga berkain batik atau mereka panggil kain ptiek dalam bahasa Cham. Mereka gemar bertudung bagi yang muda dan bertutup kain batik yang disimpul di kepala bagi yang tua. Pekerjaan utama mereka ialah bersawah padi dan pelihara haiwan ternak. Beberapa penduduk lain secara sambilan bertukang besi.

Inilah suasana kampung di Kemboja. Membawa saya menyingkap zaman lampau ketika ayah dan ibu saya masih kecil, puluhan tahun sebelum saya dilahirkan. Sebuah kapsul masa lalu yang baru saja ditemukan di zaman ini.  (bersambung)

2 ulasan:

  1. Saya ibu hayati ingin berbagi cerita kepada anda semua bahwa saya yg dulunya cuma seorang TKW di HONGKONG jadi pembantu rumah tangga yg gajinya tidak mencukupi keluarga dikampun,jadi TKW itu sangat menderita dan disuatu hari saya duduk2 buka internet dan tidak disengaja saya melihat komentar orang tentan MBAH KABOIRENG dan katanya bisa membantu orang untuk memberikan nomor yg betul betul tembus dan kebetulan juga saya sering pasan nomor di HONGKONG,akhirnya saya coba untuk menhubungi MBAH KABOIRENG dan ALHAMDULILLAH beliau mau membantu saya untuk memberikan nomor,dan nomor yg diberikan MBAH KABOIRENG meman betul2 terbukti tembus dan saya sangat bersyukur berkat bantuan MBAH KABOIRENG kini saya bisa pulang ke INDONESIA untuk buka usaha sendiri,,munkin saya tidak bisa membalas budi baik MBAH KABOIRENG sekali lagi makasih yaa MBAH dan bagi teman2 yg menjadi TKW atau TKI seperti saya,bila butuh bantuan hubungi saja MBAH KABOIRENG DI 085-260-482-111 insya ALLAH beliau akan membantu anda.Ini benar benar kisah nyata dari saya seorang TKW.. KLIK GHOB 2D 3D 4D 6D DISINI















    Saya ibu hayati ingin berbagi cerita kepada anda semua bahwa saya yg dulunya cuma seorang TKW di HONGKONG jadi pembantu rumah tangga yg gajinya tidak mencukupi keluarga dikampun,jadi TKW itu sangat menderita dan disuatu hari saya duduk2 buka internet dan tidak disengaja saya melihat komentar orang tentan MBAH KABOIRENG dan katanya bisa membantu orang untuk memberikan nomor yg betul betul tembus dan kebetulan juga saya sering pasan nomor di HONGKONG,akhirnya saya coba untuk menhubungi MBAH KABOIRENG dan ALHAMDULILLAH beliau mau membantu saya untuk memberikan nomor,dan nomor yg diberikan MBAH KABOIRENG meman betul2 terbukti tembus dan saya sangat bersyukur berkat bantuan MBAH KABOIRENG kini saya bisa pulang ke INDONESIA untuk buka usaha sendiri,,munkin saya tidak bisa membalas budi baik MBAH KABOIRENG sekali lagi makasih yaa MBAH dan bagi teman2 yg menjadi TKW atau TKI seperti saya,bila butuh bantuan hubungi saja MBAH KABOIRENG DI 085-260-482-111 insya ALLAH beliau akan membantu anda.Ini benar benar kisah nyata dari saya seorang TKW.. KLIK GHOB 2D 3D 4D 6D DISINI

    BalasPadam
  2. Saya ingin berbagi cerita kepada anda bahwa saya ini HANDAYANI seorang TKW dari malaysia dan secara tidak sengaja saya buka internet dan saya melihat komentar IBU DARNA yg dari singapur tentan AKI SYHE MAULANA yg telah membantu dia menjadi sukses dan akhirnya saya juga mencoba menghubungi beliau dan alhamdulillah beliau mau membantu saya untuk memberikan nomor toto 6D dr hasil ritual/ghaib dan alhamdulillah itu betul-betul terbukti tembus dan menang RM.230.000 Ringgit ,kini saya kembali indon membeli rumah dan kereta walaupun sy Cuma pembantu rumah tanggah di selangor malaysia , sy sangat berterimakasih kepada AKI SYHE MAULANA dan tidak lupa mengucap syukur kepada ALLAH karna melalui AKI MAULANA saya juga sudah bisa sesukses ini. Jadi kawan2 yg dalam kesusahan jg pernah putus asah, kalau sudah waktunya tuhan pasti kasi jalan asal anda mau berusaha, ini adalah kisah nyata dari seorang TKW, Untuk yg punya mustika bisa juga di kerjakan narik uang karna AKI MAULANA adalah guru spiritual terkenal di indonesia. jika anda ingin seperti saya silahkan kunjungi situs/website AKI MAULANA ~>KLIK DISINI<~  yg punya rum terimakasih atas tumpangannya.

    BalasPadam