بسم الله الرحمن الرحيم


Selamat Datang


Istana Cerita sebuah blog berbahasa Melayu, sebahagian besarnya dalam bahasa Malaysia, namun ada beberapa kata yang saya ambil dari bahasa Indonesia dalam usaha memudahkan penyampaian. Ada kata yang jarang kita dengar, namun tetap dapat difahami setelah melihat seluruh isi ayat.

Istana Cerita terisi berbagai himpunan genre, sebahagian besarnya tentang pengalaman perjalanan dan foto kenangan dan selebihnya tentang hal-hal yang menarik pada pandangan penulis.

Penulis dedikasikan blog ini buat semua, khasnya kepada pengagung bahasa Inggeris yang semakin bercambah di negara kita tercinta, Malaysia. Dan mengajak mereka berfikir atau paling tidak bantu beri
ilham supaya mereka yakin betapa teks dalam bahasa Melayu juga boleh diolah dengan baik dan disusun cantik membentuk himpunan kata-kata yang tak kalah hebat berbanding bahasa-bahasa lain di dunia. InsyaAllah.

Sebahagian tulisan di sini ialah tulisan lama usungan dari laman multiply penulis yang kini sudah dibubar.

Sekian. Selamat memabaca





Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta

Suatu pengalaman baru telah saya tempuh dalam lawatan ke Jakarta baru-baru ini. Rupanya masih ada tempat lain yang lebih mengesankan selain Dufan, Kota Tua, Shopping Mall, TMII dan Kebun Binatang. Lebih asli, lebih sampai ke jiwa.
memulai pelayaran menyusur pelabuhan

Kapal-kapal berlabuh

Kota Jakarta dilihat dari mulut pelabuhan

mendekati kapal

kagum

beraneka

masjid & senja

petempatan setinggan

airnya tenang

megah

berlabuh

dan memunggah

mudik ke hulu

gabungan senja, kapal, dan petempatan

tayang diri

masjid, kapal dan senja

kumandangan azan terdengar

mahu pulang

menyusur petempatan

senja berlabuh

Jika Aku Terbang

Jika aku bebas
jadikan aku seperti burung
yang bebas terbang di udara

Jangan jadikan aku
layang-layang putus tali
yang tak tentu arahnya

Jika aku terbang
biar aku terbang tinggi
dan bisa hinggap di mana saja.
Jangan jadikan aku si gagak
yang tak diundang hadirnya.

Jika aku burung
jika aku bisa terbang tinggi
jika aku tidak mampu hinggap
Jadikan aku seperti cenderawasih
yang tinggalnya hanya di angkasa.

Kami Dipertemukan

Tidak ada bezanya berlainan negara. Tidak ada saling curiga, tidak ada yang rendah diri dan tidak ada siapa yang terpulaukan. Semuanya satu dan sehati.

Pertemuan ini antara peristiwa manis dalam hidup, julung kali dipertemukan pada masa yang sama. Sebelumnya, sudah saling kenal tapi dipertemukan berasingan.

Di dalam gambar: Saya, Karim, Andik, Ipin dan Alam - begitu berharganya pertemanan ini.
Lokasi: La Piazza, Jakarta
Alam, Arifien, Andik dan Fazli
Karim dan Fazli
 
Andik & Alam
di La Piazza, Kelapa Gading, Jakarta
Multiply menemukan kami
Bertemu lagi
tukar posisi
Alam & Andik
Andik & Arifien
baru bertemu

Himpunan Mutiara Kata

Saya temukan himpunan mutiara kata ini dalam buku Agenda Kerja 2011 dari Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan, Kementerian Keuangan Republik Indonesia pemberian seorang teman. Telah saya terjemah ke dalam bahasa Malaysia supaya mudah difahami.

1. Visi tanpa pelaksanaan adalah lamunan. Pelaksanaan tanpa visi adalah mimpi ngeri. ~ Pribahasa Jepun

2. Cara memulakan adalah dengan berhenti berbicara dan mulalah melakukan.
~ Walt Disney
3. Kehebatan adalah melakukan hal biasa dengan cara yang luar biasa. ~ Booker T. Washington

4. Kejayaan adalah satu perjalanan, bukan destinasi. ~
Ben Sweetland

5. Saya tidak tahu apa kunci kejayaan, tapi kunci kegagalan adalah mencuba membuat semua orang senang
. ~ Bill Cosby

6. Langkah pertama dan yang paling penting menuju kejayaan adalah merasa kita boleh berjaya
. ~ Nelson Boswell

7. Kejayaan tergantung pada kemampuan mengatakan tidak tanpa rasa bersalah.
~ Jack Canfield

8. Fokus pada satu keinginan adalah kunci mencapai banyak keinginan. ~
Mario Teguh

9. Rasa bahagia atau tidak bukan berasal dari apa yang anda miliki. bukan juga berasal dari siapa diri anda, atau apa yang anda kerjakan. Bahagia atau tidak berasal dari fikiran anda
. ~ Dale Carnegie

10. Tinggalkan kesenangan yang menghalang anda capai kecemerlangan yang diidamkan. Dan berhati-hatilah, beberapa kesenangan adalah cara gembira menuju kegagalan. ~
Mario Teguh

11. Niat adalah ukuran dalam menilai benarnya suatu perbuatan, oleh itu, bila niatnya benar, maka perbuatan itu benar, dan jika niatnya buruk, maka perbuatan itu buruk. ~
Imam An Nawawi

12. Anda bertanggungjawab atas kehidupan anda. Anda tidak boleh menyalahkan orang lain untuk kesalahan-kesalahan dalam hidup anda. Hidup ini sebenarnya tentang melanjutkan kehidupan itu sendiri. ~
Opah Winfrey

Pantai Dalam, Kampung Kerinci

Tak sadar sudah 3 tahun saya jadi warga tetap kawasan ini. Antara tempat terkumuh di pinggir Kuala Lumpur. Kalau sebut Kampung Kerinci, saya pasti siapa saja warga tua di segenap pelusuk Kuala Lumpur akan tahu di mana lokasinya. Kalau yang muda, barangkali sudah ramai yang tak kenal kerana ketika ini dah tak ada lagi suasana kampung. Suasananya sudah musnah. Warga tua sudah pindah. Ketika ini tempat ini kembali memakai nama yang lebih umum. Pantai Dalam. Dengarnya sekarang, generasi muda sudah memanggilnya Bangsar South.
Kampung Kerinci mendapat namanya dari pembukaan tanah dan penghijrahan orang-orang dari Kerinci. Di manakah tempat yang bernama Kerinci itu? Kepada yang belum tahu, Kerinci merupakan salah sebuah kabupaten (daerah) dalam Provinsi Jambi, Sumatera.  Mungkin itu sajalah sejarahnya pada pandangan umum. Kononnya pembukaan Kampung Kerinci oleh orang-orang Kerinci hanya sebuah sejarah.
Sebenarnya tidak. Sebenarnya ia bukan sekadar sejarah. Tapi ia proses berterusan. Walaupun kampung kepada orang-orang dari Kerinci itu sudah tidak ada, generasi Kerinci tetap ada. (malah diduga semakin bertambah). Jangan fikir bila kedua wilayah yang terpisahkan Selat Melaka ini berbeza pemerintah, interaksi itu terputus. Pandangan itu tidak benar sama sekali.
Sejak menghuni Pantai Dalam barulah saya tahu, sebenarnya saban minggu ada saja generasi baru orang Kerinci, dari pulau seberang mendarat. Makin hari makin ramai. Tak pernah pupus bahasa Uhang Kincai di sini. Sejak Malaysia merdeka, dari generasi ke generasi tetap berlanjutan dominasi mereka biarpun awal kedatangannya berstatus pendatang haram.  
Dari awalnya sebagai pendatang, menginap sementara di rumah saudara sedarah yang sudah lebih dulu tiba di sini - mengharap tuah saudaranya yang sudah jadi warganegara - gunakan kabel politik yang diwakili kerabat, akhirnya belum cukup sepuluh tahun dia sudah ganti kewarganegaraan. Sudah dapat IC biru. Dan nanti anak-anak mereka secara sah akan jadi warga Malaysia lahiriah.
Anaknya itu pula bakal lakukan proses serupa, beri perlindungan kepada saudara dari seberang  yang baru mendarat, bantu sebaik mungkin hingga saudaranya itu jadi warga di bumi bertuah ini.
Tak hairanlah baru-baru ini, projek perumahan untuk rakyat di kawasan ini dibolot uhang Kincai semua.  Anak-anak perantau Johor, Kelantan, Kedah, Perak, Sabah dan Sarawak terpinggir tak terbantu. Gigit jari melihat mudahnya warganegara klon itu mendapat layanan kelas satu.